Iqra Bacalah, Tapi Gimana Caranya Biar Suka?

Gimana sih caranya supaya bisa suka baca? Pertanyaan ini beberapa kali saya dapatkan dari teman-teman. Mereka punya keinginan untuk membaca, tetapi tidak tahu caranya agar antusias.

Berkaca dari pengalaman, saya sendiri suka membaca karena bapak saya dulu sangat gemar membaca. Saya sering menemukan beliau sedang membaca buku di rumah. Satu waktu di ruang tamu, satu waktu yang lain di ruang keluarga.

Beliau punya banyak koleksi buku yang menarik. Saking banyaknya, kadang saya membawanya ke sekolah dan membacanya di sana. Pada jam pelajaran, saya tidak mendengarkan penjelasan guru, melainkan membaca buku yang saya bawa dari rumah (ini jangan dicontoh).

Saya punya akses yang mudah mendapatkan buku-buku yang menarik di rumah. Jadi, kesukaan membaca terjadi dengan sendirinya.

Baca Buku Karena Kebutuhan

Satu hal lagi yang mungkin bisa menjawab pertanyaan gimana sih caranya suka baca yaitu membaca buku sesuai kebutuhan.

Ini saya temukan belum lama ini, sekitar dua tahun lalu. Saya tersadar, ketika saya punya keresahan lalu ada buku yang bisa menjawab keresahan tersebut, saya menjadi semakin antusias untuk membaca.

Lain halnya jika membaca buku karena random, suatu hal yang dulu kerap saya lakukan. Ketika buku yang saya baca secara random itu tidak menjawab apa yang saya butuhkan, saya jadi malas membacanya.

Di masa dewasa, waktu kita terbatas. Kita tidak punya waktu yang cukup untuk melakukan hal-hal random sebanyak ketika kita remaja. Jadi, pastinya kita tidak ingin melakukan sesuatu yang tidak ada gunanya, bukan?

Begitu juga dengan membaca. Sebisa mungkin, buku yang kita baca mengandung informasi yang dapat mempermudah hidup kita atau menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada di kepala.

Seperti ketika saya punya keinginan untuk membentuk kebiasaan yang positif, saya membaca buku Atomic Habits karya James Clear. Dari buku itu, saya jadi tahu bagaimana caranya membentuk kebiasaan yang berkelanjutan.

Atau, ketika saya kerap overthinking, saya membaca buku Mark Manson berjudul Sebuah Seni Bersikap Bodo Amat.

Membaca buku jadi menarik dan menyenangkan karena menjawab kebutuhan saya.

Penutup

Jadi, untuk meningkatkan minat membaca setidaknya ada dua hal yang bisa dilakukan. Pertama, dengan membuatnya jelas terlihat, seperti ketika saya ketularan suka baca karena bapak saya (kalau di buku Atomic Habits ini disebut Make It Obvious).

Kedua, baca buku yang “kepake di dunia nyata”. Mungkin kamu butuh tahu cara menjadi content creator yang bisa menghasilkan banyak cuan, tips menjadi marketer di era digital, cara pandai berkomunikasi, dan lain-lain.

Temukan buku yang membahas topik tersebut, lalu cobalah untuk membacanya. Kemungkinan besar kamu akan lebih bersemangat untuk membacanya hingga selesai.

Semoga tulisan ini bermanfaat.

Komentar